TELUK KUANTAN - Launching atau peluncuran perdana produksi minyak goreng oleh Pabrik mini minyak goreng ( Pamigo )desa Simpang Raya Kecamatan Singingi Hilir diundur lagi.
Tadinya launching dijadwalkan Agustus 2025 bertepatan pacu jalur tradisional.
Kadis Perkebunan dan Peternakan Kuansing, Andri Yama Putra melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Rudi Ahmad Hariadi mengatakan, launching direncanakan setelah lebaran Idul Fitri 2026.
Menurutnya pengunduran launching akibat masih ada penyempurnaan pada mesin dan alat produksi.
Diterangkannya penyempurnaan berupa perubahan pada mesin existing.
Pertama perubahan mesin seterilizer, mesin sekarang menggunakan sistem perebusan yang membutuhkan waktu lama dan panjang dalam proses sterlisasi.
" Direncanakan diubah dengan sistem menyuntik langsung uap panas. Diharapkan waktu pengerjaan makin singkat dan panas yang dihasilkan lebih merata,"ujarnya, Selasa ( 10/2/26).
Kedua perubahan digister. Menurutnya, akan ada penambahan volume ruang digister, agar dapat menampung buah lebih banyak untuk mengurangi bottle neck. Penambahan uap panas pada digister, sehingga temperatur uap buah sawit yang akan dilumat lebih stabil dan mudah dihancurkan. Penambahan sistem drain untuk mengalirkan campuran air dan minyak yang terbentuk didalam Digister langsung ke Vibration Screen sehingga kerja Screw Press pada proses berikutnya dapat lebih optimal.
Ketiga perubahan Deodorizer dengan penambahan Steam Trup guna memastikan uap panas yang masuk dalam tangki Deodorizer dalam kondisi kering. Penambahan pengaduk yang berfungsi untuk mempercepat proses dan memastikan temperatur minyak merata. Penambahan Heat Exhanger, yang berfungsi mempercepat proses pendinginan minyak sehingga dapat mengurangi waktu tunggu untuk proses selanjutnya.
Groundbreaking atau peletakan batu perdana pendirian Pamigo ini hampir setahun yakni 14 Juni.2024 yang lalu.
Karena belum berproduksi maka Pamigo belum dapat berperan memenuhi kebutuhan sekaligjs menetralisir harga jual minyak goreng yang terjangkau oleh masyarakat.
Sebelumnya Rudi Ahmad Hariadi menyatakan pendirian Pamigo di Kuansing merupakan yang perdana diseluruh Indonesia. Direktorat Jenderal Perkebunan mewanti-manti program Pamigo di Kuansing harus berhasil.
Rudi Achmad Hariadi menambahkan Pamigo di desa Simpang Raya dikelola Koperasi Produsen Unit Desa TufanTri Bakti. Ini merupakan program Dirjendbun melalui pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
" Jika telah beroperasi penuh dapat berproduksi 5 hingga 10 ton minyak goreng perhari;"pungkasnya.( ms )

